Dalam kehidupan manusia banyak mengalami dan
menghadapi berbagai keadaan, seperti penderitaan, tetapi apakah manusia akan
selalu merasa menderita di sepanjang hidupnya? Kehidupan manusia sama dengan
roda berputar, kadang dibawah kadang diatas. Tidak selamanya manusia menderita,
pasti manusia pernah merasakan kebahagian. Arti kebahagiaan bagi setiap orang
memang tak selalu sama karena kebahagiaan sering dipersepsikan sebagai
ketercapaian atas sesuatu yang kita inginkan, kesuksesan atau kesempurnaan.
Sejatinya, tidak ada kesempurnaan yang bisa membuat kita bahagia, tetapi
kebahagian membuat hidup kita terasa sempurna. Setiap harapan dan kenyataan
sebenarnya bisa membuat kita bahagia karena diri kitalah yang bisa menentukan,
menjadi sumber, dan merasakan kebahagiaan itu.
Bahagia bisa dimaknai sebagai menyatunya berbagai
perasaan positif sehingga menumbuhkan ketentraman dan ketenangan hati, serta
melahirkan kebermaknaan hidup. Kebahagiaan sejati tidak bersumber pada
kesempurnaan materi karena materi hanya perantara dan sementara. Kebahagiaan
itu terjadi jika kita benar-benar memahami hati, bersahabat dengan hati,
mengikuti kata hati, dan menjadikannya energi untuk membuat keadaan dan
kenyataan yang kita jalani lebih berarti. Kata hati tak pernah mendustai,
menuntun kita kepada kejujuran memahami, mengasah kepekaan untuk merasakan,
memberi dan berbagi dengan orang lain, tanpa kepura-puraan dan tanpa
ditutup-tutupi.
Semua hal yang membuat kita tidak bahagia sebenarnya
bersumber dari diri kita sendiri. Dominasi persepsi dan cara pandang yang
keliru seringkali menguasai diri daripada kata hati. Padahal, cara untuk
bahagia ada pada hati, yaitu keikhlasan hati untuk menerima dan
mensyukuri yang ada, serta sabar menghadapi kenyataan.
Minggu ke XI
Sumber :
www.google.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar